10/23/16
Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2 sedang berjalan, dan
pekan ini sedang membahas tentang adab menuntut ilmu. Ada satu pertanyaan
menarik, yang saya pikir menjadi kegalauan banyak ibu. Kebetulan saya diberi
amanah mengampu kelas koordinator kota dan pengurus rumah belajar.
Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 1: Adab Sebelum Ilmu
Senin, 17 Oktober 2016
20.00 - 21.00 WIB
Oleh : Ressy Laila Untari
Ketua kelas : Gita Asmarani
Koordinator mingguan: Suci Amalia
ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
10/22/16
Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part II)
Setelah
sebelumnya membahas keterampilan interpersonal sampai dengan mengenali dirisendiri, selanjutnya membahas keterampilan interpersonal lainnya.
Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part I)
Setiap
seminar yang saya ikuti selama ini selalu hadir sendirian, belum pernah bersama
suami karena harus bergantian menjaga anak-anak. Sejak resign, saya memang jarang menitipkan anak-anak ke rumah orang tua
saya walaupun jarak rumah kami lumayan dekat kecuali memang ada keperluan yang
mendesak atau ketika saya mengikuti seminar di hari suami bekerja.
Pertimbangannya karena orang tua kami sudah cukup lama menjaga cucunya selama
saya bekerja sejak saya menikah hingga anak saya berumur 2,5 tahun. Mereka juga
sudah cukup lelah menjaga dua anak saya yang seringnya hilir mudik kesana
kemari, biarlah mereka fokus dalam menjalankan ibadah di masa tuanya. Tapi,
kali ini berbeda karena seminar ini harus dan wajib dihadiri berpasangan suami
istri supaya masing-masing saling mengetahui cara komunikasi yang baik, jadi
mau tidak mau kita harus menitipkan anak-anak di rumah orang tua. Lalu masalah
lain juga menghadang, suami sedang sakit, darah tingginya kumat karena terlalu
lelah, tapi karena sudah dibayar (enggak mau rugi) jadilah suami ikut datang ke
seminar dengan kepala berat (mudah-mudahan masih bisa menangkap isi bahasan
seminar, maafkan ya dear!).
6/1/16
Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang oleh Elly Risman (Part IV)
(Lanjutan)
2. DKS =
Mengajukan pertanyaan untuk merubah tingkah laku
5/29/16
Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang oleh Elly Risman (Part III)
Setelah
sebelumnya membahas tentang pengertian disiplin, part ini akan membahas tentang
pendekatan disiplin kasih sayang.
Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang oleh Elly Risman (Part II)
Disiplin dengan Kasih Sayang Part II
Pada
part sebelumnya, membahas tentang mengapa disiplin tidak mudah. Pada bagian
kedua ini akan membahas tentang gaya disiplin populer yaitu hukuman, hadiah,
pukulan atau paksa dan penjelasan mengenai disiplin.
5/24/16
Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang Oleh Elly Risman (Part I)
Seminar
ini adalah salah satu bahasan yang paling saya nanti-nantikan. Kenapa? Karena
setelah pelatihan KBBM (Komunikasi Baik, Benar dan Menyenangkan), saya sudah
niat sekali ikut pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang (DKS). Mungkin beberapa
masih ada yang bingung perbedaan antara seminar,
workshop dan pelatihan? Seminar
berlangsung selama 3-4 jam di hari yang sama, workshop durasinya lebih lama yaitu 6-7 jam sedangkan untuk
pelatihan berlangsung minimal 2-5 hari. Nah, karena salah satu syarat pelatihan DKS sudah mengikuti pelatihan KBBM, jadi sebenarnya saya
sudah lulus persyaratan, tapi kendala ternyata ada di waktu.
5/7/16
Seminar Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital dan Bahaya Pornografi oleh Elly Risman (Part II)
Bermata
tapi tak melihat
Bertelinga
tapi tak mendengar
Bermulut
tapi tak menyapa
Berhati
tapi tak merasa
Semoga
kita terhindar
Dari
hal-hal sedemikian
Semoga
kita menjauh
Dari
sikap sedemikian
(Lagu
Bimbo ditulis oleh Taufiq Ismail)
Seminar Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital dan Bahaya Pornografi oleh Elly Risman (Part I)
Sejujurnya saya ikut seminar ini
dua kali, pertama di bulan Maret tahun 2015, kedua di bulan Januari tahun 2016,
sama-sama di Bekasi dengan HTM yang murmer dan kesan saya tentang seminar ini
adalah tetap luar biasa. Mungkin sudah banyak ya yang ikut seminar ini dan
menulis resumenya yang berseliweran di media sosial, tapi saya tetap membuat
resume sendiri sesuai dengan apa yang saya dapat di seminar ini supaya bisa track sendiri kalau saya butuh kapanpun.
Menurut saya, penting sekali untuk orang tua datang ke seminar ini karena
benar-benar membuka mata dan membuat kita sadar bahwa mengasuh anak itu tidak
boleh abai karena selama ini banyak sekali orangtua yang pingsan padahal
bencana tersebut sangat dekat dengan kita. Bencana apa sih?












