11/3/16
CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL
Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT
untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang
berhasil mengalahkan "rasa" berat untuk mengerjakan nice homework#2
ini. Kalau di Jawa ada pepatah yang
mengatakan "Ojo kalah karo wegah" (Jangan mau kalah dengan rasa
malas). Karena sebenarnya kalau urusan
membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan
MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan
yang luar biasa.
10/29/16
Nice HomeWork #2 ~ Matrikulasi IIP Bekasi Batch 2
Bunda, setelah memahami tahap
awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar
membuat
CHECKLIST INDIKATOR
PROFESIONALISME PEREMPUAN
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga
Selasa, 25 Oktober 2016
Oleh: Utami Sadikin
Peresume: Iqomah Imaniati
Peresume: Iqomah Imaniati
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta
matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
10/26/16
Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1
Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1
Oleh : Bunda Ressy
ADAB SEBELUM ILMU
Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu
Profesional
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta
Matrikulasi IIP Batch #2?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam
forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku”
dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang
bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting sampai dengan hebohnya dikejar deadline:).
Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar
hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.
10/23/16
Nice HomeWork #1 ~ Matrikulasi IIP Bekasi Batch 2
ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #2, kini
sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam
bentuk tugas.
Matrikulasi IIP Bekasi Batch #2 ~ Adab Membawa Anak Ke Majelis Ilmu
Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2 sedang berjalan, dan
pekan ini sedang membahas tentang adab menuntut ilmu. Ada satu pertanyaan
menarik, yang saya pikir menjadi kegalauan banyak ibu. Kebetulan saya diberi
amanah mengampu kelas koordinator kota dan pengurus rumah belajar.
Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 1: Adab Sebelum Ilmu
Senin, 17 Oktober 2016
20.00 - 21.00 WIB
Oleh : Ressy Laila Untari
Ketua kelas : Gita Asmarani
Koordinator mingguan: Suci Amalia
ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
10/22/16
Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part II)
Setelah
sebelumnya membahas keterampilan interpersonal sampai dengan mengenali dirisendiri, selanjutnya membahas keterampilan interpersonal lainnya.
Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part I)
Setiap
seminar yang saya ikuti selama ini selalu hadir sendirian, belum pernah bersama
suami karena harus bergantian menjaga anak-anak. Sejak resign, saya memang jarang menitipkan anak-anak ke rumah orang tua
saya walaupun jarak rumah kami lumayan dekat kecuali memang ada keperluan yang
mendesak atau ketika saya mengikuti seminar di hari suami bekerja.
Pertimbangannya karena orang tua kami sudah cukup lama menjaga cucunya selama
saya bekerja sejak saya menikah hingga anak saya berumur 2,5 tahun. Mereka juga
sudah cukup lelah menjaga dua anak saya yang seringnya hilir mudik kesana
kemari, biarlah mereka fokus dalam menjalankan ibadah di masa tuanya. Tapi,
kali ini berbeda karena seminar ini harus dan wajib dihadiri berpasangan suami
istri supaya masing-masing saling mengetahui cara komunikasi yang baik, jadi
mau tidak mau kita harus menitipkan anak-anak di rumah orang tua. Lalu masalah
lain juga menghadang, suami sedang sakit, darah tingginya kumat karena terlalu
lelah, tapi karena sudah dibayar (enggak mau rugi) jadilah suami ikut datang ke
seminar dengan kepala berat (mudah-mudahan masih bisa menangkap isi bahasan
seminar, maafkan ya dear!).














