5/29/16

5/24/16

Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang Oleh Elly Risman (Part I)



          Seminar ini adalah salah satu bahasan yang paling saya nanti-nantikan. Kenapa? Karena setelah pelatihan KBBM (Komunikasi Baik, Benar dan Menyenangkan), saya sudah niat sekali ikut pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang (DKS). Mungkin beberapa masih ada yang bingung perbedaan antara seminar, workshop dan pelatihan? Seminar berlangsung selama 3-4 jam di hari yang sama, workshop durasinya lebih lama yaitu 6-7 jam sedangkan untuk pelatihan berlangsung minimal 2-5 hari. Nah, karena salah satu syarat pelatihan DKS sudah mengikuti pelatihan KBBM, jadi sebenarnya saya sudah lulus persyaratan, tapi kendala ternyata ada di waktu.

5/7/16

Seminar Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital dan Bahaya Pornografi oleh Elly Risman (Part I)



                Sejujurnya saya ikut seminar ini dua kali, pertama di bulan Maret tahun 2015, kedua di bulan Januari tahun 2016, sama-sama di Bekasi dengan HTM yang murmer dan kesan saya tentang seminar ini adalah tetap luar biasa. Mungkin sudah banyak ya yang ikut seminar ini dan menulis resumenya yang berseliweran di media sosial, tapi saya tetap membuat resume sendiri sesuai dengan apa yang saya dapat di seminar ini supaya bisa track sendiri kalau saya butuh kapanpun. Menurut saya, penting sekali untuk orang tua datang ke seminar ini karena benar-benar membuka mata dan membuat kita sadar bahwa mengasuh anak itu tidak boleh abai karena selama ini banyak sekali orangtua yang pingsan padahal bencana tersebut sangat dekat dengan kita. Bencana apa sih?

4/21/16

Seminar Parenting: Membentuk Anak Cerdas dengan Komunikasi Baik, Benar, dan Menyenangkan oleh Elly Risman




Sebenarnya sudah mengikuti pelatihan KBBM, tapi saya tetep penasaran dengan seminar langsung dengan bu Elly karena biasanya “feel” nya beda. Saya dateng ke seminar ini telaaatttt banget karena anak-anak nangis kejer dan enggak mau dititip di rumah neneknya karena ayahnya kerja, padahal sudah saya sounding anak-anak dari seminggu yang lalu tapi ya yang namanya anak-anak. Btw, saya selalu ingat nasihat Bu Sarra, “Jangan pernah ninggalin anak untuk pergi keluar rumah di saat mereka nangis karena kita enggak tau umur kita sampai dimana dan akan ketemu lagi atau tidak (at least kalau kenapa-kenapa di jalan). Jangan sampai memori terakhir yang terekam dalam ingatan anak-anak adalah memori kita yang pergi meninggalkan mereka.” Hukssss…sedih ya! Makanya saya nenangin anak-anak hampir 1 jam lamanya sampai akhirnya mereka rela emaknya ikut seminar. Tapi Alhamdulillah, pas saya dateng ternyata bu Elly baru mulai heuheu…rejeki saya. Ok opening nya segitu ajah, mari simak resume seminar dari setahun yang lalu ini *ehm… basi lagi ya bu*

4/19/16

Book Review: 99 Cahaya di Langit Eropa


“Those who don’t learn from history are doomed to repeat it.” (George Santayana)

“Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai mahkoda perjalananmu, dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.” (Ali bin Abi Thalib ra)

4/16/16

Bali Trip: Beach & Safari Journey Part II




DAY 3
Di hari ketiga, kita bersiap-siap packing ke Novotel. Ribet? Lumayan tapi karena kita hanya mengeluarkan barang-barang seperlunya dari koper di awal dan sudah tau mau pindah hotel, jadi enggak terlalu ribet juga. Setelah sarapan di IBIS hotel dan check out, kita langsung menuju ke Novotel tanjung Benoa untuk titip koper karena waktu standar check in hotel jam 14:00. Sambil nunggu waktu check in di Novotel, kita memutuskan jalan-jalan di Tanjung Benoa. Tadinya mau naik watersport, tapi karena debat berkepanjangan akhirnya enggak jadi karena sudah siang. Sayang banget sebenarnya, tapi sejak bepergian bawa balita, saya belajar banyak legowo kalau ada itinerary yang enggak kesampaian, biar enggak jadi obsesi hehe..

Bali Trip: Beach & Safari Journey Part I


  
Awalnya tawaran mampir ke email suami yang menawarkan paket liburan ke Bali selama 3 hari dengan harga promo dari jaringan Accor Hotel, kebetulan memang kantor suami adalah pengguna hotel-hotel jaringan Accor. Akhirnya setelah beberapa kali mikir-mikir, hitung-hitung dan membandingkan, saya dan suami putuskan untuk mengambil promo tersebut. Ini adalah kedua kalinya saya ke Bali, kalau suami sudah tak terhitung jumlahnya, karena suami memang dari kantornya sering ada event disana. Postingan ini baru saya tulis sekarang, padahal liburannya sih sudah dari tahun 2015 alias setahun yang lalu Haha… kudet yah tapi siapa tau info ini berguna untuk mencari tempat wisata selama liburan ke Bali.

4/13/16

Book Review: Khadijah – Ketika Rahasia Mim Terungkap

(foto Sibel Eraslan diambil dari sini)


“Allah tidak pernah memberikanku wanita yang lebih mulia daripada Khadijah.
Di saat manusia tidak percaya, dia sendiri yang percaya.
Ketika semua orang mendustakan diriku, dia sendiri yang menerimaku.
Ketika manusia berlarian dariku, ia melindungiku, baik ketika ada maupun tiada
Dan Allah mengaruniaiku putra-putri bukan dari yang lain, melainkan darinya.”

SINOPSIS
                Khadijah adalah wanita yang berasal dari garis keturunan Qusay bin Kilab, Luay bin Galib, sebuah keluarga yang sangat terkenal di Mekkah dengan jiwa ksatria dan dermawan. Khadijah adalah sosok yang cekatan, mewarisi jiwa kelembutan, kepandaian berkuda, berhitung dan aritmatika, bertahan dalam terik dan badai padang pasir, sabar dan mahir berpuisi. Suatu ketika Khadijah ingin mengamanahkan usaha dagangnya kepada orang yang bisa dipercaya dan disarankan untuk meminta bantuan kepada kerabat teman dekat ayahnya Abu Thalib dan kemenakannya. Pertemuan pertamanya yaitu saat Muhammad datang ke rumah Khuwaylid yang bermaksud untuk membantu usaha dagangnya.

                Saat melepas rombongan dagangnya yang akan berangkat ke negeri Syam, Khadijah menyapu pandangannya dan ia mendapati awan bergerak memayungi seorang pemuda dan seolah-olah dua malaikat selalu mengiringi jalannya. Saat itulah hatinya berdebar-debar dalam seketika. Apa yang berejolak di dalam hatinya hanya satu, rahasia huruf mim, Muhammad. Sekembalinya rombongan dagang dari negeri Syam yang menuai sukses besar, Muhammad memacu kudanya menuju kediaman Khadijah binti Khuwaylid. Pandangan mata Khadijah menangkap kemilau cahaya yang seolah-olah terpancar dari wajah sang penunggang kuda dengan awan yang selalu mengikuti untuk memayungi kemuliaannya.  Seorang penunggang kuda yang sejak lama telah menjadi mahkota belahan jiwanya, segera ksatria itu turun dan memberi salam kepada semua orang yang ada dan menambatkan kudanya.  Khadijah hanya memberi isyarat sebagai bentuk terima kasih yang setinggi-tingginya sebagai ungkapan keinginannya untuk membalas semua prestasinya dengan kebaikan yang sebesar-besarnya.

                Pernikahan pun dilaksanakan antara Muhammad dan Khadijah dengan mahar 400 dinar, 12 ukiyah dan 1 nashiyah emas serta 20 unta muda. Muhammad pun menjadi ayah-ayah dari anak-anak yang lahir dan tumbuh besar di bawah tangan Khadijah dan akan menorehkan sejarah di lembaran-lembaran halaman emas sebagai anak-anak yang berharga. Saat wahyu pertama turun, Khadijah dengan penuh kasih sayang membantu Al Amin yang cemas untuk berbaring di tempat tidurnya dan menenangkannya. Khadijah tidak mengetahui bahwa makhluk yang mendatangi Al Amin adalah malaikat Jibril, hingga suatu hari dahi Al Amin penuh dengan keringat dan bergetar.

“Datang.. Malaikat datang” Khadijah kemudian mendekati suaminya dan duduk di sisi kanannya.
“Engkau masih melihatnya” Khadijah kemudian berdiri dan duduk di samping kiri suaminya.
“Ya, aku masih meihatnya” Khadijah lalu pergi ke belakang tubuh sang suami dan memeluknya dan penutup kepala Khadijah terbuka ke samping dan turun ke arah pundaknya.
“Engkau masih melihatnya?”
“Tidak. Setelah engkau pergi ke belakangku, di pergi”
Khadijah sadar bahwa makhluk yang datang itu bukan jin atau syetan tetapi pasti malaikat Jibril karena ketika Khadijah memeluk suaminya dan penutup kepalanya terbuka, sosok itu menjauh dari mereka, jika yang datang jin atau syetan, mereka tidak akan pergi dan tidak bosan dengan hal kemahraman.

Khadijah adalah orang pertama yang menerima kalimat syahadat ketika suaminya telah menjadi Rasulullah. Dialah yang membawakan keranjang ke Gua Hira, meskipun mendaki di bawah terik mentari, senyum selalu terpancar dari wajahnya. “Selamat datang Khadijah, Allah dan Jibril memberikan salam untukmu.” Khadijah adalah teman hidup perjalanan suaminya, tak pernah melepaskan dan putus asa. Meskipun hidupnya selalu dipenuhi dengan ancaman, Khadijah tak pernah sekalipun melewatkan pergi ke Kakbah dan shalat disana bersama sang suami. Bahkan, meski ancaman kematian datang mendera, ia dengan gigih dan berani tidak beranjak selangkah pun dari sisi suaminya.


REVIEW
                Selama ini sulit sekali mencari novel tentang empat wanita ahli surga yang paling mulia, salah satunya adalah Bunda Khadijah. Baru novel ini yang menceritakannya dengan penuh perasaan sehingga membacanya seolah ikut terhanyut kembali ke jaman 1400 tahun yang lalu. Gaya bahasanya yang puitis dan beberapa ditulis dalam bentuk syair, kadang membuat saya harus berpikir maksud dan artinya. Tetapi secara keseluruhan novel ini merupakan satu dari karya sastra yang sangat indah.

Buku ini juga menceritakan Rasulullah SAW dari sisi Khadijah dan walaupun tidak banyak diceritakan, namun berhasil membuat kita menangkap sosoknya yang sangat mencintai dan menghormati Khadijah. Sungguh romantis membayangkan Rasulullah dan Khadijah mendaki Gunung Hira bersama dan saling menggenggam tangan. Lalu, betapa pengorbanan dan ketulusan Khadijah dalam membantu dakwah suaminya membuat saya kagum dan menyadari bahwa sungguh pantaslah beliau sangat mencintai dan mengasihi Bunda Khadijah, kekasihnya kekasih Allah.        

Salah satu hal yang membuat saya terganggu adalah 4-5 quote yang ada di tiap bab yang ditulis dengan kotak tersendiri padahal isinya adalah pengulangan kata dari bab tersebut. Selain memenuhi halaman dan terkesan mubazir karena kata-katanya hanya berupa pengulangan. Mungkin memang lay out tersebut sengaja diciptakan untuk membuat perbedaan dengan novel lainya atau menegaskan bagian terpenting dari bab tersebut, mungkin saja. Tapi hal ini tidak berpengaruh pada keseluruhan isi cerita jadi tidak masalah. Novel ini baru pertama kali saya baca, namun sudah membuat saya penasaran dengan serial 4 wanita penghuni surga lainnya. Menurut saya, highly recommended banget untuk saya yang minim informasi tentang wanita penghuni surga tersebut. Saya ingin bisa menceritakannya kembali kepada anak-anak supaya yang menjadi panutan bagi anak-anak saya adalah sosok wanita hebat seperti beliau.       



Judul: Khadijah: Ketika Rahasia Mim Terungkap

Penulis: Sibel Eraslan

Penerbit: Kaysa Media (Anggota Grup Puspa Swara)

Hal: 388 Halaman



(gambar diambil dari sini)

#ODOPfor99Days
#Day22